#gambar { float: left; margin: 10px; overflow: hidden; position: relative; } .ket { width: 80%; height: auto; text-align: left; padding: 5px 10px; background: #000; opacity: 0.6; color: #fff; line-height: 18px; font-size: 12px; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; -webkit-border-radius: 0x 25px 0px 0px; -moz-border-radius: 0px 25px 0px 0px; -o-border-radius: 0px 25px 0px 0px; border-radius: 0px 25px 0px 0px; } #gambar .ket { position: absolute; bottom: 0; left: 0; margin-bottom: -300px; -webkit-transition: all 1s ease-out; -moz-transition: all 1s ease-out; -o-transition: all 1s ease-out; transition: all 1s ease-out; } #gambar:hover { -webkit-box-shadow:0px 0px 25px #000000; -moz-box-shadow:0px 0px 25px #000000; -o-box-shadow:0px 0px 25px #000000; box-shadow:0px 0px 25px #000000; } #gambar:hover .ket { margin-bottom: 0px; }

Minggu, 31 Maret 2013

malam yang dingin

tetesan embun
siapa yang buat
siapa yang menjatuhkan
sungguh ku tak mengerti
entah kapan dan dimana ku berada
malam ini sendiri dan terasingkan oleh zaman
ku termenung mengenang semua
semua impian manis yang masih kelam
malam tak menyapa
walau aku duduk termenung disini
disudut gelapnya
oh malam,dekaplah aku
jangan kau biarkan diri ini terhempas lebih dalam
aku disini menunggu mu,jangan kau terus mengabaikan semua mimpi
karna cuma kamu teman yang setia disetiap mimpi-mimpiku