#gambar { float: left; margin: 10px; overflow: hidden; position: relative; } .ket { width: 80%; height: auto; text-align: left; padding: 5px 10px; background: #000; opacity: 0.6; color: #fff; line-height: 18px; font-size: 12px; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; -webkit-border-radius: 0x 25px 0px 0px; -moz-border-radius: 0px 25px 0px 0px; -o-border-radius: 0px 25px 0px 0px; border-radius: 0px 25px 0px 0px; } #gambar .ket { position: absolute; bottom: 0; left: 0; margin-bottom: -300px; -webkit-transition: all 1s ease-out; -moz-transition: all 1s ease-out; -o-transition: all 1s ease-out; transition: all 1s ease-out; } #gambar:hover { -webkit-box-shadow:0px 0px 25px #000000; -moz-box-shadow:0px 0px 25px #000000; -o-box-shadow:0px 0px 25px #000000; box-shadow:0px 0px 25px #000000; } #gambar:hover .ket { margin-bottom: 0px; }

Sabtu, 27 Juni 2015

contoh tor milad hmi

Term of Reference
DIES NATALIS 68 HMI
HMI CABANG TASIKMALAYA

A. TEMA FGD : MEMBENTUK WUJUD PROFIL PEMUDA TASIKMALAYA

B. DASAR PEMIKIRAN

“Bukanlah yang terkuat yang akan terus hidup, melainkan yang paling adaptif.”
--Charles Darwin (Ilmuwan).
“Change is the only evidence of life” (“Perubahan adalah satu-satunya bukti kehidupan”),
-Evelyn Waugh (esayist).

Beberapa edisi tentang beberapa pertanyaan terkait dengan pengertian yang berkenaan dengan Pemuda sering menjadi diskursus kaum cendikia dan para pemikir terdahulu, namun saat ini keadaan itu menyebar dengan bentuk pertanyaan sama namun dengan keseragaman yang meluas, hal ini menandakan bahwa kesadaran masyarakat dalam mendudukan pemuda di masyarakat sangat terbuka, namun disaat bersamaan seringkali lintasan fikir mereka mengerucut pada pertanyaan mendasar yang dahulu dianggap hal yang tidak cenderung penting akan tetapi masyarakat berkeinginan untuk mementingkan hal itu. Berikut penulis menyandur beberapa pengertian pemuda.
Pertama, Pemuda adalah Individu yang bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembanagan emosional.
Dua, Pemuda adalah individu dengan karakter yang dinamis bahkan bergejolak dan optimis Tiga, Pemuda Adalah warga Negara Indonesia yang memiliki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia enam belas dan berusia tiga puluh tahun
Sebagai calon generasi penerus yang akan menggantikan generasi sebelumnya dan begitu seterusnya mengidentifikasi diri sebagai sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun akan datang, kesadaran ini mesti berlaku dini dan dari diri karenanya pembentukan dimulai dari sejarah dan ruang serta waktu mengharuskan manusia muda ini dituntut untuk selalu siap dalam merespon setiap perubahan zaman termasuk didalamnya bangsa dan ummat. WHO menyebutkan kategori usia 10 – 24 adalah “young people” dan usia 10-19 tahun sebagai “adolescenia” atau remaja. International Youth Year yang diselenggarakan tahun 1985, mendefinisikan pemuda dalam kategori usia sebagai penduduk yang berusia 15-24 tahun.
Dalam pandangan islam pemuda banyak tergambarkan dalam sejarah dan ibroh mengenai pemuda, Rosululloh SAW bersabda “ Tidak akan beranjak kaki anak adam pada hari kiamat dari sisi robbnya sampai ia ditanya tentang 5 (perkara), tentang umurnya dimana dia dihabiskan, tentang masa mudanya dimana ia usangkan, tentang hartanya dimana ia dapatkan dan kemana ia keluarkan dan tentang apa yang ia amalkan dri ilmunya” (HR. Tirmizi). Hadist ini menyiratkan bahwa pada akhirnya masa muda adalah anugrah dari Alloh SWT dan akan dimintai setiap pertanggungjawaban, sekaligus bahwa ini menegaskan bahwa usia muda dalam islam sanagat diperhatikan. “Setiap kali saya menghadapi permaslahan besar yang saya penggil addalah anak-anak muda” (ummar bin khatab). Sungguh besar perhatian islam terhadap kaum muda, karena pada masa usia inilah tolak ukur perjalanan manusia itu dapat terdeteksi, karena itu pula berkenaan perkembangan dan pertumbuhan pemuda sanagat pula diperhatikan sebab merekalah yang akan menggantikan dan menerima tugas mulia dari ayah-ayahnya kepada umat ini. Pemuda dalam pandangan islam adalah orang muda yang bertanggung jawab dan mampu mengemban tugas dakwah sebagai penyeru amar ma’ruf dan nahyi munkar. Khilifah fil ard adalah wujud pofil harapan potensial yang mampu demban kemudian oleh pemuda, karena keterbukaan akan hal baru yang bernilai amaliyah soleh maka sebagai pemuda muslim sudah seharusnya pengelolaan potensi diri dan luar dirinya agar tetap berkembang ditengah goncangan bagi kaum muda yang sedang marak-maraknya. Sementara itu Mahatma Gandhi mengingatkan Pemimpin itu tidak saja terkait dengan kerja keras,tetapi juga bagaimana berurusan dengan orang banyak , karenanya kepemimpinan itu dapat diartikan seni mengurus orang banyak.
Oleh karenanya, perangkat yang di miliki sebagai potensi khusus haruslah bisa mempresentasikan nilai-nilai kebaikan untuk masyarakat. Beragam macam cara yang dilakukan untuk memainkan peran pemuda dalam lingkungannya, seluruh kaum muda memiliki kecakapan yang sama untuk menjadikan dirinya bermanfaat bagi yang lain, cak nur pernah menginatkan pada kita bahwa nilai itu tidak akan bermakna ketika tidak diwujudkan dalam bentuk kerja. Maka pemuda yang memenuhi perannya adalah orang muda yang mampu menakar diri dan bersesuaian ide dengan realitasnya.


C. LANDASAN KEGIATAN
 Al-Qur’an dan Al-Hadits
 AD dan ART HMI
 Program Kerja HMI Cabang Tasikmalaya Periode 2014-2015


D. TEMA DIES NATALIS
“Mempertegas Kembali HMI, Sebagai Organisasi milik Ummat dan Bangsa”

E. TUJUAN KEGIATAN
Kegiatan ini bertujuan untuk “Terwujudnya ruang kader dalam mengaktualisasikan potensi diri dalam upaya ikhtiar keumatan dan kebangsaan”.

F. SASARAN PESERTA
Sasaran Peserta adalah Kader HMI, Pelajar, OKP dan LSM.

G. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
Hari : Sabtu
Tanggal : 17 Robiul Ahir 1435 H
07 Februari 2015 M
Waktu : 19.00 – 22.00 WIB
Tempat : Halaman Sekretariat HMI Cabang Tasikmalaya.

H. PENUTUP
Demikian Term of Reference ini kami buat sebagai acuan oleh pihak-pihak yang terkait dalam Kegiatan Dies Natalis 68 HMI Cabang Tasikmalaya ini. Semoga manfaat dan berkah.


Tim Perumus SC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar